Memahami spesifikasi teknis pelumas merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam menjaga kesehatan mesin kendaraan jangka panjang. Bagi banyak pemilik kendaraan, deretan angka dan huruf yang tertera pada kemasan oli sering kali menjadi teka-teki yang membingungkan. Namun, memahami Panduan Pilih SAE yang benar sebenarnya adalah kunci untuk memastikan setiap komponen mesin mendapatkan pelumasan yang optimal sejak detik pertama mesin dinyalakan. SAE atau Society of Automotive Engineers adalah standar internasional yang menentukan tingkat kekentalan atau viskositas sebuah pelumas pada suhu tertentu. Memilih viskositas yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin bukan hanya menurunkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen internal yang seharusnya terlindungi dengan sempurna.
Secara teknis, angka di depan huruf “W” (Winter) menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin, sementara angka di belakangnya menunjukkan kekentalan saat mesin mencapai suhu operasional maksimal. Mesin modern saat ini cenderung menggunakan oli yang lebih encer untuk mengejar efisiensi dan responsivitas yang lebih baik. Namun, menggunakan oli yang terlalu encer pada mesin generasi lama yang memiliki celah komponen lebih renggang dapat mengakibatkan suara mesin menjadi kasar dan perlindungan film oli yang mudah pecah. Sebaliknya, menggunakan oli yang terlalu kental pada mesin baru dapat menghambat sirkulasi oli ke bagian atas mesin saat baru dihidupkan, yang merupakan fase paling kritis di mana gesekan logam paling rentan terjadi.
Jika Anda merasa ragu dengan kebutuhan spesifik mesin Anda, solusi terbaik adalah segera Tanya MyLubricants untuk mendapatkan konsultasi teknis yang akurat. Setiap merek dan tipe kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda tergantung pada teknologi mesin yang digunakan, usia kendaraan, hingga beban kerja harian. Melalui platform konsultasi ini, Anda bisa mendapatkan rekomendasi produk yang telah disesuaikan dengan standar pabrikan (OEM). Para ahli akan menjelaskan mengapa oli dengan viskositas tertentu lebih cocok untuk kondisi iklim tropis seperti di Indonesia, di mana suhu udara yang panas menuntut pelumas yang memiliki ketahanan oksidasi tinggi agar tidak mudah menguap atau mengalami degradasi kualitas sebelum waktunya.
Selain faktor temperatur lingkungan, gaya mengemudi dan pola penggunaan kendaraan juga sangat menentukan pilihan SAE yang paling ideal. Kendaraan yang sering terjebak dalam kemacetan stop-and-go di perkotaan membutuhkan pelumas yang mampu bekerja cepat dalam suhu yang sering kali naik secara drastis akibat minimnya aliran udara. Sementara itu, kendaraan yang sering menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan konstan membutuhkan stabilitas viskositas yang kuat untuk menjaga tekanan oli tetap konstan. Salah memilih tingkat kekentalan dapat menyebabkan pompa oli bekerja lebih berat, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan performa mesin dan pemborosan konsumsi bahan bakar yang seharusnya bisa dihindari dengan pemilihan pelumas yang tepat.
Layanan edukasi yang disediakan oleh MyLubricants bertujuan agar pemilik kendaraan tidak lagi hanya sekadar mengikuti tren atau anjuran yang tidak berdasar dari sumber yang kurang kompeten. Edukasi mengenai viskositas ini juga mencakup pemahaman tentang perbedaan antara oli mineral, semi-sintetik, dan full synthetic yang masing-masing memiliki karakter molekul berbeda dalam mempertahankan nilai SAE-nya. Pelumas sintetis berkualitas tinggi biasanya memiliki indeks viskositas yang lebih stabil, artinya ia tidak akan terlalu encer saat panas dan tidak akan terlalu kental saat dingin. Hal ini memberikan perlindungan yang jauh lebih konsisten dibandingkan oli mineral biasa, yang sangat penting bagi mesin-mesin turbocharger yang memerlukan pelumasan instan dengan suhu kerja yang sangat tinggi.

